SEPUTAR PERTANYAAN YANG SERING DISEBUTKAN OLEH PASIEN SEBELUM MELAKUKAN TINDAKAN ABORSI DI KLINIK ABORSI SPOG JAKARTA

Klinik Aborsi Spog ialah Klinik Aborsi atau Tempat Aborsi Legal di Jakarta, yang menangani proses kuret / aborsi (menggugurkan kandungan)

Metode Apa yang digunakan di KLINIK ABORSI SPOG untuk Menggugurkan Kandungan ?

Metode yang di gunakan di KLINK Aborsi SPOG ialah dengan metode VACUM, dengan cara tersebut Klinik Aborsi SPOG memberikan pelayanan yang baik serta cepat untuk menangani pasien yang melakukan proses aborsi tersebut, metode vacum tersebut dapat dilakukan setelah pasien mendapatkan pemeriksaan USG terlebih dahulu dan sudah dipastikan dapat dilakukannya proses aborsi pada KLINIK Aborsi SPOG.

Berapa Lama Waktu Yang dibutuhkan ? Apakah Pasien Harus mendapatkan Proses Rawat Inap ?

metode VACUM yang digunakan di KLINIK Aborsi SPOG ini hanya berlangsung dengan kisaran waktu 15 – 30 menit, Jika umur kandungan pasien masih dibawah 20 Minggu, pasien dapat beraktivitas kembali seperti biasa setelah pulang dari KLINIK Aborsi SPOG. tetapi jika pasien lebih dari 20 Minggu kandungannya. kami anjurkan kepada pasien untuk mendapatkan rawat inap selama 1 malam di KLINIK Aborsi SPOG. untuk menjaga pasien agar dapat menjalankan activitas seperti biasanya lagi.

Apakah ada EFFECT SAMPING tindakan Aborsi pada KLINIK Aborsi SPOG ?

Tindakah Aborsi pada KLINIK Aborsi SPOG menjamin 100% tidak adanya effect samping pada kesehatan ataupun tubuh pasien. Selain dilakukan oleh Dokter SPesialis Kandungan SPoG, di klinik raden saleh pun di dukung dengan adanya peralatan medis yang benar benar steril yang menjauhkan penularan penyakit yang tidak diinginkan pada pasien.

Konsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Kandungan di Call :081216667455 serta proses USG untuk memeriksa kondisi kehamilan pasien sangat penting agar tindakan aborsi dapat berjalan dengan lancar dan tidak mempengaruhi hal buruk yang dapat datang pada pasien. Dan Tindakan Aborsi ini dilakukan langsung Oleh Dokter Spesialis Kandungan yang sangat berpengalaman dan sangat Profesional.

Apakah Tindakan ABORSI di KLINIK Aborsi SPOG menjamin Keberhasilan ?

di KLINIK Aborsi SPOG ditangani oleh Dokter Spesialis Kandungan yang sangat berpengalamat serta profesional dalam bidang Aborsi, Konsultasi, Pemeriksaan USG sebelum tindakan aborsi membuat dokter mengerti akan kondisi dan keadaan pasien serta dapat memutuskan tindakan medis yang baik bagi pasien sesuai dengan kondisinya.

Banyaknya pertanyaan yang muncul, memaksa kami untuk membuat artikel ini “Dok, bisakah saya hamil kembali setelah Aborsi ?” pertanyaan tersebut berkali-kali diutarakan beberapa pasien kami, baik sebelum tindakan maupun sesudah tindakan aborsi dilakukan. Siklus haid akan kembali normal beberapa minggu setelah aborsi bahkan wanita dapat berevolasi pada minggu pertama atau kedua pasca aborsi.

Mungkin pertanyaan yang muncul dibenak anda “berpengaruh gak sih sama kehamilan saya berikutnya setelah saya selesai aborsi ?”. Itu menurut kami adalah pertanyaan yang wajar, bagi sebagian besar wanita yang hamil sebelum melakukan aborsi wajib konsultasi kepada dokter. Segala hal dapat dikonsultasikan, mulai dari proses aborsi sampai resiko yang mungkin muncul. Jika terjadi kesalahan penanganan aborsi. Kesalahan penanganan aborsi dapat terjadi meliputi beberapa faktor, itu akan dibahas secara detail oleh dokter. Sekarang yang akan kita bahas adalah bisakah wanita hamil kembali setelah melakukan aborsi ?

HAMIL SETELAH ABORSI

Sumber Ilmiah

Hasil dari suatu kejadian menunjukkan bahwa bila perempuan pernah aborsi dengan kuret atau vakum, maka hal-hal seperti ketidak-suburan, kehamilan ektopik, prematur, dan lainnya tidak berpengaruh pada kehamilan berikutnya. Anda tidak perlu khawatir, karena setelah melakukan aborsi anda tetap bisa hamil dengan normal tanpa ada resiko atau kelainan apapun.

Lain halnya bila pengguguran kandungan dilakukan dengan obat-obatan penggugur kandungan seperti : Mifeprostone, cytotec, mifeprex dan lainnya. Selain rasa sakit / kram pada perut, penggunaan obat aborsi juga dapat menimbulkan komplikasi pada rahim. Tindakan aborsi yang tidak melalui prosedur medis yang benar tentu juga akan membahayakan kesehatan rahim anda untuk jangka panjang kedepan. Akhir-akhir ini marak terjadi klnik aborsi yang tidak ditangani oleh dokter spesialis, melainkan oleh dokter umum ! penaganan yang ilegal seperti ini tentunya akan membahayakan kesehatan pasien dan beresiko menimbulkan kejadian kejadian seperti : Pelunturan janin yang tidak tuntas dan luka pada rahim yang dapat mengakibatkan pendarahan atau infeksi. Nah, kesalahan penaganan inilah yang dapat mempengaruhi kehamilan anda berikutnya. Resiko seperti cacat lahir, kehamilan ektopik, ketidak suburan sampai pendarahan dapat terjadi.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah wanita yang melakukan aborsi secara benar yaitu di klinik aborsi dengan ditangani oleh dokter, tentunya akan mendapatkan kwalitas aborsi yang baik. Ketika anda aborsi di Klinik aborsi legal yang tepat dengan alat yang steril, tim dokter yang handal, serta manajemen klinik yang baik pasti akan terhindar dari resiko diatas. Ketika point itu tidak dapat dipisahkan, itu sudah menjadi satu kesatuan agar suatu klinik dapat dikatakan baik. Hamil setelah aborsi adalah hal yang sangat mungkin terjadi bahkan apabila sang wanita melakukan hubungan badan tanpa kontrasepsi beberapa hari setelah aborsi, maka besar kemungkinan kehamilan baru akan terjadi kembali. Maka biasanya dokter akan menganjurkan selama 1-2 bulan tidak melakukan hubungan badan, ini dilakukan untuk menunggu hormon sang wanita kembali normal adversements

Show Buttons
Hide Buttons