Alat Kontrasepsi Alami

Macam – macam alat kontrasepsi alami

Untuk mencegah kehamilan, Anda butuh kontrasepsi. Kontrasepsi yang dinilai efektif untuk mencegah kehamilan umumnya berupa kondom, pil KB, atau IUD (KB spiral). Namun katanya, ada juga bahan-bahan alami maupun herbal yang bisa dijadikan sebagai kontrasepsi ika dikonsumsi. Apakah benar bahan alami bisa mencegah kehamilan layaknya kontrasepsi modern?. Untuk informasi lebih lanjut Klinik Raden Saleh akan memberikan informasi sebagai berikut:

  1. Pepaya 

Makan buah pepaya dua kali sehari setelah berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom dapat  dipercaya mencegah kehamilan. Bahkan tidak hanya daging buahnya.

Biji pepaya juga dipercaya dapat menjadi bahan kontrasepsi alami karena diyakini dapat mengurangi jumlah sperma pria. Begitu hasil laporan sebuah penelitian dari jurnal Prodia Chemistry.

Peneliti menemukan bahwa ekstrak biji pepaya dapat menurunkan viabilitas (usia hidup sperma) dan motilitas (gerak sperma). Dua hal ini dapat mengurangi kualitas sperma.

  1. Daun kelor

Menurut mitos, daun kelor dapat dijadikan sebagai obat agar tidak cepat hamil alias kontrasepsi alami. Hal ini dibuktikan pada penelitian dari jurnal Frontiers Pharmacology tahun 2018 yang melakukan uji coba pada hewan.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa campuran ekstrak daun kelor dan etanol daun dapat mengurangi kesuburan sebesar 73,3% pada tikus dan kelinci.

Daun kelor pada penelitian ini mengandung sifat oksitosik yang merangsang kontraksi rahim. Saat  kontraksi, otot polos tikus akan menolak implantasi (tahap awal kehamilan).

Dalam penelitian lain yang dirangkum pada jurnal tersebut, dilaporkan bahwa ekstrak daun kelor 100% dapat membatalkan implantasi pada tujuh tikus yang baru 10 hari kawin.

Ekstrak daun kelor dilaporkan dapat menjadi kontrasepsi alami pada tikus karena dapat membuat rahim tidak siap untuk memfasilitasi kehamilan.

  1. Lemon

Menurut Ludmila Bologan, wanita di negara Moldova memasukkan irisan atau air perasan lemon yang asam ke vagina setelah berhubungan seks untuk mencegah terjadinya kehamilan. Para wanita tersebut percaya bahwa sifat asam dari lemon akan membunuh sperma sehingga mencegah terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Hal ini cukup bisa sedikit dikuatkan pada penelitian pada tahun 2015 dari Journal of Chinese Medical Association. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa biji lemon yang dicampur petroleum eter dan alkohol dapat menggagalkan proses implantasi embrio pada tikus betina albino setelah 1-7 hari inseminasi.  Ketika ekstrak lemon berhenti diberikan, rahim tikus betina albino kembali subur.

Jadi, apa bahan alami bisa jadi alat kontrasepsi yang ampuh?

Sampai saat ini, belum ada penelitian medis sahih yang bisa membuktikan bahwa makanan, herbal, buah, jamu tradisional atau bahan-bahan alami tertentu dapat mencegah kehamilan pada manusia. Beberapa contoh kasus penelitian di atas pada dasarnya diujicobakan pada hewan, bukan manusia.

Efek kontrasepsi alami seperti yang disebutkan di atas belum terbukti memengaruhi proses terjadinya kehamilan pada manusia. Cara kerja kontrasepsi alami juga belum dapat dibuktikan memengaruhi proses pembuahan antara sel sperma maupun sel telur manusia.

Seperti yang kita ketahui, kehamilan terjadi pada sistem reproduksi wanita, sementara sejumlah kontrasepsi di atas melibatkan kerja sistem pencernaan. Kerja sistem pencernaan manusia sendiri tidak berhubungan langsung dengan kerja organ-organ reproduksi.

Para pakar kesehatan dan dokter sepakat menyarankan wanita untuk tidak menggunakan kontrasepsi alami sebagai cara menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Satu-satunya cara yang paling efektif dan 100% ampuh untuk mencegah kehamilan sebetulnya adalah dengan tidak berhubungan seksual lewat penetrasi penis dan vagina.

Pilih kontrasepsi modern yang teruji keberhasilannya

Jika Anda tetap ingin berhubungan seks tanpa harus khawatir “kebobolan”, kontrasepsi medis masih menjadi rekomendasi utamanya. Alat kontrasepsi medis seperti pil KB, KB spiral (IUD), atau kontrasepsi penghalang berupa kondom telah diuji dan banyak direkomendasikan dokter untuk mencegah kehamilan secara efektif.

Misalnya, KB spiral yang pada alatnya dilapisi tembaga dan dipasang di rahim wanita. Kontrasepsi ini bekerja dengan cara mencegah sperma masuk ke tuba falopi (saluran antara rahim dengan indung telur) sehingga tak dapat bertemu dengan sel telur alias terjadi kehamilan.

Maka dari itu, menggunakan kontrasepsi yang jelas secara medis terbilang lebih ampuh dan efektif untuk mencegah kehamilan dibandingkan pakai bahan-bahan alami yang belum tentu aman untuk tubuh Anda.

Tinggalkan komentar

Konsultasi Sekarang